Jumat, 13 Mei 2016

Desa Wisata Candran


Profil

Desa Wisata Candran adalah desa yang masih mempertahankan keaslian tradisi dan budaya petani jawa. Desa Candran masih melestarikan kegiatan ritual Jawa: kenduri, nyadran, wiwitan, dll. Desa Wisata Candran akan menyajikan kepada Anda suasana pertanian dan pedesaan yang sejuk dan indah. Berbatasan langsung dengan sungai Opak membuat Desa Candran selalu asri dengan hamparan tanaman padi bak permadani. Menikmati keindahan panorama padi ditemani musik gejog lesung dan kuliner khas Desa Candran berupa cemplon dan tumpeng robyong lengkap dengan ingkung ayam kampung menjadikan Desa Candran sebagai salah satu alternatif wisata pedesaan yang menarik. Pengunjung dapat pula melakukan permainan tradisional seperti egrang dan bakiak. Pengunjung juga dapat melihat dan terlibat dalam event tahunan di Desa Wisata Candran yaitu Festival Memedi Sawah. Festival ini biasa diadakan pada bulan September-Oktober setiap tahun. Pada Festival ini disuguhkan pemandangan memedi sawah yang unik dan kreatif di tengah hamparan padi yang menguning. 
Desa Candran memiliki pendopo joglo pemberian Paku Buwono VIII Keraton Surakarta. Pada waktu gempa, pendopo ini runtuh tetapi masih dapat diperbaiki dan didirikan kembali. Di bekas kediaman Ki Condro, di Desa Candran, didirikan museum yang berupaya menjadi lembaga pelestari tradisi dan nilai-nilai kejuangan tani. Museum ini bernama Museum Tani Jawa Indonesia yang menjadi daya tarik tersendiri untuk Desa Wisata Candran. Museum ini menyimpan berbagai macam koleksi alat pertanian jawa yang bersifat tradisional seperti luku, garu, arit, geprak, gosrok, dan ani-ani. Ada pula bata merah yang berukuran besar karena dulu Desa Candran adalah kampung tempat pembuatan bata merah bagi pembangunan makam Sultan Agung Hanyokrowati di Imogiri. Selain itu dipamerkan pula koleksi alat rumah tangga pada zaman dahulu misalnya keren, kendil, pipisan, pengaron, kukusan, dan kendhi. Seluruh koleksi yang dimiliki Museum Tani Jawa Indonesia merupakan hibah dari masyarakat sekitar, sesama pengelola museum, dan beberapa praktisi bidang pertanian. Museum menjadi pusat kegiatan masyarakat Candran yang sadar wisata sekaligus menjadi tempat berbagi ilmu antara pemandu Desa Wisata Candran dengan pengunjung.
Desa Wisata Candran dan Museum Tani Jawa Indonesia merupakan komponen wisata yang saling melengkapi dan saling mendukung satu sama lain. Candran dapat menjadi destinasi yang memiliki atraksi edukatif seperti pertanian tradisional, mengenal Makam Raja Imogiri, mengagumi Goa Cerme, dan menikmati pantai Parangtritis. Wisatawan dapat menginap di homestay milik petani, berbaur dengan keseharian petani, membuat kerajinan batik, berbelanja di pasar tradisional Imogiri, bersepeda atau menaiki becak keliling desa yang sekitar 400 tahun silam adalah tempat bersejarah yang dikenal tidak kunjung padam melawan kelaliman. Sejumlah besar pahlawan sejarah di masa lalu menjadikan desa-desa di seputar Bantul sebagai medan pertempuran melumpuhkan penjajah. Bantul, yang dikomando dari Tegalrejo, sebagai contoh, dijadikan medan pertempuran utama pasukan Pangeran Diponegoro. Sementara, Museum Tani Jawa Indonesia mengajak anda memasuki era pertanian tradisional yang unik dan menarik dengan segala peralatan dan kearifan petani a jaman dahulu.
Desa Wisata Candran secara nyata memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Saat masyarakat tani Candran menuggu panen, mereka mendapat penghasilan tambahan dengan menjadi pemandu untuk wisatawan yang berkunjung, berjualan hasil home industry, menyewakan homestay untuk wisatawan yang ingin menginap, menyewakan sepeda atau becak untuk wisatawan yang ingin berkeliling desa, berjualan minuman dan makanan kecil, dll.


Sasaran Pasar 
Kurang lebih sebanyak 75% segmen pasar yang dituju merupakan wisatawan mancanegara. Desa wisata candran juga telah bekerja sama dengan beberapa tour and travel seperti Asia Voyage. Wisatawan local biasanya adalah keluarga, pelajar SD, SMP maupun SMA dari kota yang belum tahu sama sekali cara bertani, sehingga mereka bisa bermain sambal belajar bagaimana para petani Indonesia dapat memanen beras yang berkualitas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar