Profil
Desa Wisata
Candran
adalah desa yang masih mempertahankan keaslian tradisi dan budaya petani jawa. Desa
Candran masih melestarikan kegiatan ritual Jawa: kenduri, nyadran, wiwitan, dll.
Desa Wisata Candran akan menyajikan kepada Anda suasana pertanian dan pedesaan
yang sejuk dan indah. Berbatasan langsung dengan sungai Opak membuat Desa
Candran selalu asri dengan hamparan tanaman padi bak permadani. Menikmati
keindahan panorama padi ditemani musik gejog lesung dan kuliner khas Desa Candran
berupa cemplon dan tumpeng robyong lengkap dengan ingkung ayam kampung menjadikan
Desa Candran sebagai salah satu alternatif wisata pedesaan yang menarik. Pengunjung
dapat pula melakukan permainan tradisional seperti egrang dan bakiak. Pengunjung
juga dapat melihat dan terlibat dalam event
tahunan di Desa Wisata Candran yaitu Festival Memedi Sawah. Festival ini biasa
diadakan pada bulan September-Oktober setiap tahun. Pada Festival ini
disuguhkan pemandangan memedi sawah yang unik dan kreatif di tengah hamparan
padi yang menguning.
Desa Candran memiliki
pendopo joglo pemberian Paku Buwono VIII Keraton Surakarta. Pada waktu gempa,
pendopo ini runtuh tetapi masih dapat diperbaiki dan didirikan kembali. Di
bekas kediaman Ki Condro, di Desa Candran, didirikan museum yang berupaya
menjadi lembaga pelestari tradisi dan nilai-nilai kejuangan tani. Museum ini
bernama Museum Tani Jawa Indonesia yang menjadi daya tarik tersendiri untuk
Desa Wisata Candran. Museum ini menyimpan berbagai macam koleksi alat pertanian
jawa yang bersifat tradisional seperti luku, garu, arit, geprak, gosrok, dan
ani-ani. Ada pula bata merah yang berukuran besar karena dulu Desa Candran
adalah kampung tempat pembuatan bata merah bagi pembangunan makam Sultan Agung
Hanyokrowati di Imogiri. Selain itu dipamerkan pula koleksi alat rumah tangga
pada zaman dahulu misalnya keren, kendil, pipisan, pengaron, kukusan, dan
kendhi. Seluruh koleksi yang dimiliki Museum Tani Jawa Indonesia merupakan
hibah dari masyarakat sekitar, sesama pengelola museum, dan beberapa praktisi
bidang pertanian. Museum menjadi pusat kegiatan masyarakat Candran yang sadar
wisata sekaligus menjadi tempat berbagi ilmu antara pemandu Desa Wisata Candran
dengan pengunjung.
Desa Wisata Candran dan
Museum Tani Jawa Indonesia merupakan komponen wisata yang saling melengkapi dan
saling mendukung satu sama lain. Candran dapat menjadi destinasi yang memiliki
atraksi edukatif seperti pertanian tradisional, mengenal Makam Raja Imogiri,
mengagumi Goa Cerme, dan menikmati pantai Parangtritis. Wisatawan dapat
menginap di homestay milik petani,
berbaur dengan keseharian petani, membuat kerajinan batik, berbelanja di pasar
tradisional Imogiri, bersepeda atau menaiki becak keliling desa yang sekitar
400 tahun silam adalah tempat bersejarah yang dikenal tidak kunjung padam
melawan kelaliman. Sejumlah besar pahlawan sejarah di masa lalu menjadikan
desa-desa di seputar Bantul sebagai medan pertempuran melumpuhkan penjajah.
Bantul, yang dikomando dari Tegalrejo, sebagai contoh, dijadikan medan
pertempuran utama pasukan Pangeran Diponegoro. Sementara, Museum Tani Jawa
Indonesia mengajak anda memasuki era pertanian tradisional yang unik dan
menarik dengan segala peralatan dan kearifan petani a jaman dahulu.
Desa Wisata Candran
secara nyata memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Saat masyarakat
tani Candran menuggu panen, mereka mendapat penghasilan tambahan dengan menjadi
pemandu untuk wisatawan yang berkunjung, berjualan hasil home industry, menyewakan homestay
untuk wisatawan yang ingin menginap, menyewakan sepeda atau becak untuk
wisatawan yang ingin berkeliling desa, berjualan minuman dan makanan kecil,
dll.
Sasaran Pasar
Kurang lebih sebanyak 75% segmen pasar yang dituju merupakan wisatawan
mancanegara. Desa wisata candran juga telah bekerja sama dengan beberapa tour
and travel seperti Asia Voyage. Wisatawan local biasanya adalah keluarga,
pelajar SD, SMP maupun SMA dari kota yang belum tahu sama sekali cara bertani,
sehingga mereka bisa bermain sambal belajar bagaimana para petani Indonesia
dapat memanen beras yang berkualitas.